<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Qqdoank&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://qqdoank.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://qqdoank.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Dec 2009 07:09:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='qqdoank.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Qqdoank&#039;s Blog</title>
		<link>http://qqdoank.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://qqdoank.wordpress.com/osd.xml" title="Qqdoank&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://qqdoank.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Story Of &#8220;Cacing Tanah&#8221;</title>
		<link>http://qqdoank.wordpress.com/2009/12/14/story-of-cacing-tanah/</link>
		<comments>http://qqdoank.wordpress.com/2009/12/14/story-of-cacing-tanah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 07:09:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>qqdoank</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qqdoank.wordpress.com/2009/12/14/story-of-cacing-tanah/</guid>
		<description><![CDATA[Saya selau percaya, bahwa pelajaran bisa diambil dari apapun dan kapanpun. Pelajaran itu sering datang di saat-saat yang tidak pernah diduga. Contohnya adalah malam ini. Berawal dari duduk ngobrol santai di depan musholla setelah tadarus bulan romadhon, kudapatkan pelajaran ini. Pelajaran ini kudapatkan dari seorang bapak yang berprofesi sebagai pedagang, seorang bapak yang pandai mengamati [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qqdoank.wordpress.com&amp;blog=10608763&amp;post=12&amp;subd=qqdoank&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya selau percaya, bahwa pelajaran bisa diambil dari apapun dan kapanpun. Pelajaran itu sering datang di saat-saat yang tidak pernah diduga. Contohnya adalah malam ini. Berawal dari duduk ngobrol santai di depan musholla setelah tadarus bulan romadhon, kudapatkan pelajaran ini. Pelajaran ini kudapatkan dari seorang bapak yang berprofesi sebagai pedagang, seorang bapak yang pandai mengamati lingkungan dan mengambil pelajaran darinya. Jarang sekali ada orang yang memiliki tipe kecerdasan seperti ini.</p>
<p>Ia menunjukkan kepadaku tentang cacing tanah. Cacing tanah itu tidak pernah kemana-mana, ia tidak akan pernah pergi jauh. Ia hanya akan berkutat dengan kegiatannya di dalam tanah, tak pernah keluar. Tapi atas kebesaran Alloh SWT, meskipun tidak kemana-mana, meskipun tidak pernah menjelajahi luasnya dunia, cacing tanah masih bisa hidup. Tapi coba saja cacing tanah keluar dari rumahnya, mencoba berjalan-jalan melewati aspal yang panas. Bisa-bisa ia dimakan hewan yang lain, dilindas kendaraan yang lewat atau mati kepanasan.</p>
<p>Lantas ia menganalogikannya dengan kehidupan manusia. Banyak orang yang ruang geraknya sempit, ia seperti terlihat tidak pernah kemana-mana dan tidak tahu mana-mana. Tapi meskipun demikian, ia tetap bisa eksis, tetap bisa mendapatkan rejeki untuk menghidupi diri dan keluarganya. Namun ketika ia mencoba melangkah lebih jauh, mencoba meraih sesuatu yang lebih besar dan itu diluar kemampuannya, maka lihatlah apa yang akan terjadi. Bukannya kebahagiaan yang akan didapatkannya melainkan kesengsaraan. Kemudian ia mencontohkan beberapa temannya yang mengalami kejadian seperti itu. Dan akhirnya ia menyimpulkan, bahwa yang terbaik buat dirinya adalah yang dijalaninya saat ini dan ia harus mensyukurinya sebagai anugrah dari Tuhan.</p>
<p>Dalam pemahaman saya, bapak ini sebenarnya mencoba mengungkapkan sebuah asas kehidupan yang kita pahami sebagai profesionalisme. Profesionalisme adalah bekerja sesuai dengan bidang yang dikuasai, berkarya sesuai dengan apa yang kita bisa dan kita total dalam menjalaninya. Dan apabila kita mencoba mengerjakan sesuatu yang itu tidak sesuai dengan bidang/bakat yang kita miliki, maka hasilnya tidak akan optimal. Disamping itu bekerja dalam bidang yang tidak sesuai dengan bidang kita, akan membuat kita merasa tidak nyaman, tidak bahagia. Dan dari sinilah penderitaan hidup biasanya dimulai.</p>
<p>Ada kalimat bijak yang mengatakan, bukanlah kesuksesan yang membuat kita merasa bahagia. Tapi kebahagiaan kita dalam menjalankan kehidupan, itulah yang akan mendatangkan kesuksesan. Artinya, ketika kita sukses, katakanlah secara finansial, belum tentu itu akan membuat kita bahagia. Karena mungkin kita bekerja tidak sesuai dengan bidang kita dan itu membuat hidup kita tidak nyaman/bahagia. Sebaliknya, jika kita bahagia dalam menjalankan sebuah bidang pekerjaan, artinya itulah bidang yang pas buat kita, dan inilah yang akan mendatangkan kesuksesan, termasuk secara finanasial. </p>
<p>Para profesional biasanya menilai kesuksesan tidak hanya dari segi finansial. Mereka merasa akan merasa sukses bila sudah menemukan pekerjaan yang pas dengan bidangnya dan mereka merasa nyaman dalam menjalaninya. Ini adalah sebuah idealisme dan dalam hidup yang serba kompetitif seperti sekarang, idealisme tidaklah harus selau menjadi yang nomer satu, terutama bila menyangkut hal-hal yang tidak terlalu prinsip. Sebab kita tidak akan selalu mendapatkan yang kita inginkan termasuk dalam hal idealisme ini. Lalu apa yang harus kita lalukan jika belum berhasil menjalankan idealisme ini?. Jawabannya adalah rasa syukur.  Dengan syukur, membuat kita merasa menerima, merasa bahagia dengan apa yang telah diberikan Tuhan, dan jika kita merasa bahagia, apapun yang kita kerjakan hasilnya akan optimal. Dan inilah yang membuat kita profesional dalam bidang pekerjaan apapun.</p>
<p>Rasa syukur, inilah hal kedua yang coba diungkapkan sang bapak. Profesionalisme dan rasa syukur adalah sebuah kombinasi yang saling menguatkan. Dengan rasa syukur, akan semakin memantapkan hati dalam menjalankan kehidupan. Karena seperti yang pernah dikatakan oleh Zainuddin MZ, “rasa senang itu hanya ada di atas kepala orang”. Kita melihat kehidupan orang lain, kelihatannya ia merasa senang, lantas kita pun ingin menjadi seperti dia. Padahal boleh jadi, orang lain pun berpikiran yang sama terhadap kita. Mereka memandang kita sebagai orang yang hidupnya senang dan mereka ingin menjadi seperti kita. Bila pikiran seperti ini masih menyelimuti diri kita, maka kita tidak akan pernah mengenal kata puas dalam hidup. Dan satu-satunya kunci untuk itu adalah rasa syukur.   </p>
<p>Dari perbincangan saya dengan bapak ini, saya juga mengambil pelajaran yang lain. Bahwa, janganlah kita terburu-buru dalam menilai kapasitas intelektualitas seseorang. Bila kita memahami sebuah persoalan dan orang lain tidak memahami apa yang kita pahami, maka janganlah terburu-buru mengatakan bahwa orang itu tidak paham persoalan. Bisa saja, ia memahami persoalan tapi dengan cara dan sudut pandang yang berbeda. Tinggal bagaimana mengkomunikasikan pemahaman kita dengan pemahaman dia. Ini memberi kita cara yang berbeda kepada kita dalam memahami makna sebuah pepatah, “don’t judge a book by its cover”. </p>
<p>Dian F Hendrix</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/qqdoank.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/qqdoank.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/qqdoank.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/qqdoank.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/qqdoank.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/qqdoank.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/qqdoank.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/qqdoank.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/qqdoank.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/qqdoank.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/qqdoank.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/qqdoank.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/qqdoank.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/qqdoank.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qqdoank.wordpress.com&amp;blog=10608763&amp;post=12&amp;subd=qqdoank&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qqdoank.wordpress.com/2009/12/14/story-of-cacing-tanah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c2aabb98e94c2fa99b99b5d456148cc4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">qqdoank</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Emang kita punya apa&#8230;!!???</title>
		<link>http://qqdoank.wordpress.com/2009/11/22/emang-kita-punya-apa/</link>
		<comments>http://qqdoank.wordpress.com/2009/11/22/emang-kita-punya-apa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 11:45:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>qqdoank</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://qqdoank.wordpress.com/2009/11/22/emang-kita-punya-apa/</guid>
		<description><![CDATA[Kalau dipikir-pikir, memangnya kita punya apa? Yang benar-benar punya kita. TV yang kita miliki memang punya kita, kita bisa menggantinya sesuka kita, kita bisa mengubah-ubah bentuknya seperti yang kita inginkan sesuai dengan kemampuan keuangan yang kita miliki. Kita bisa menghidupkan dan mematikan. Untuk mendapatkan dan meng-upgradenya pun. Tinggal berusahalah! Lalu, bagaimana misalnya dengan tubuh ini? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qqdoank.wordpress.com&amp;blog=10608763&amp;post=3&amp;subd=qqdoank&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau dipikir-pikir, memangnya kita punya apa? Yang benar-benar punya kita. TV yang kita miliki memang punya kita, kita bisa menggantinya sesuka kita, kita bisa mengubah-ubah bentuknya seperti yang kita inginkan sesuai dengan kemampuan keuangan yang kita miliki. Kita bisa menghidupkan dan mematikan. Untuk mendapatkan dan meng-upgradenya pun. Tinggal berusahalah!</p>
<p>Lalu, bagaimana misalnya dengan tubuh ini? Yang selalu bersama kita semenjak lahir hingga sekarang ini? Mmm… waktu lahir, sudah ada di diri kita, kita sebagai pemilik taunya langsung ada, dan gratis. Kita bisa merawatnya, mungkin juga bisa &#8216;menggantinya&#8217;. Tak satu pun orang lain bisa meng-klaim bahwa tubuh kita ini milik orang lain.</p>
<p>Namun kita tidak bisa berbuat banyak seperti halnya terhadap material lain seperti TV tadi, seperti upgrade hidung, pertumbuhan tinggi badan, denyutan jantung, dan bahkan berhenti diluar kemampuan kita (yang mengklaim benar-benar bukan orang lain memilikinya!).</p>
<p>Lalu yang kita punya apa? Jelas-jelas &#8216;sesuatu itu&#8217; selalu ada pada kita tapi ga bisa apa-apa! Punya tapi tak memiliki.</p>
<p><strong>jack Febrian</strong> &#8212;  			<em>Dosen dan Praktisi Teknologi Informasi di Bandung.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/qqdoank.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/qqdoank.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/qqdoank.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/qqdoank.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/qqdoank.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/qqdoank.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/qqdoank.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/qqdoank.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/qqdoank.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/qqdoank.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/qqdoank.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/qqdoank.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/qqdoank.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/qqdoank.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=qqdoank.wordpress.com&amp;blog=10608763&amp;post=3&amp;subd=qqdoank&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://qqdoank.wordpress.com/2009/11/22/emang-kita-punya-apa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c2aabb98e94c2fa99b99b5d456148cc4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">qqdoank</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
